BEI Cium Kejanggalan di Laporan Keuangan VTNY

BEI Cium Kejanggalan di Laporan Keuangan VTNY
Bacakan Artikel

JALURDUA -

EmitenTrust.com - PT Venteny Fortuna International Tbk (VTNY) tengah menghadapi sorotan Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah ditemukan sejumlah persoalan dalam laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026.  Salah satu yang menjadi perhatian adalah kontribusi dua entitas anak di luar negeri, yakni Venteny Pte. Ltd. (VEN) di Singapura dan Venteny GK (VGK) di Jepang, yang tidak diaudit auditor independen. Persoalan tersebut membuat Kantor Akuntan Publik (KAP) Andi Ruswandi Wisnu dan Rekan memberikan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Namun, setelah melakukan evaluasi ulang, auditor menyatakan perlu melakukan penyesuaian opini melalui penerbitan ulang atau re-issued laporan auditor karena potensi dampak keterbatasan audit dinilai lebih luas dari perkiraan awal. Dalam penjelasannya kepada BEI, auditor mengungkapkan bahwa prosedur alternatif yang dilakukan adalah mengonfirmasi saldo utang-piutang pihak berelasi yang menjadi dasar eliminasi transaksi antarperusahaan. Namun, prosedur tersebut dinilai belum cukup menggantikan keyakinan yang diperoleh melalui audit independen, terutama untuk memastikan keberadaan dan kelengkapan saldo pada kedua entitas anak. Yang menjadi perhatian, total aset VEN dan VGK tercatat sebesar Rp35,32 miliar atau sekitar 2,37% dari total aset konsolidasian VTNY per 30 Juni 2026. Namun, total liabilitas kedua entitas tersebut mencapai Rp756,42 miliar atau setara 70,66% dari total liabilitas konsolidasian. Selain itu, kedua entitas anak tersebut membukukan rugi tahun berjalan secara agregat sebesar Rp49,29 miliar. Angka tersebut setara 482,83% terhadap laba/rugi konsolidasian yang menjadi dasar perbandingan dalam tabel auditor. Rinciannya, VEN mencatatkan rugi Rp39,66 miliar dengan total liabilitas Rp316,79 miliar. Sementara VGK membukukan rugi Rp9,62 miliar dengan total liabilitas mencapai Rp439,62 miliar. Auditor mengakui bahwa pada awalnya pengecualian opini lebih difokuskan pada keterbatasan verifikasi aset kedua entitas anak. Namun, setelah peninjauan kembali, besarnya porsi liabilitas membuat auditor menilai risiko tersebut berpotensi berdampak signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian. Auditor pun menyatakan akan mengomunikasikan langkah penerbitan ulang laporan auditor kepada manajemen, termasuk kemungkinan penyajian kembali sejumlah pos laporan keuangan. Selain persoalan audit, BEI juga menyoroti model bisnis VEN dan VGK. Manajemen menjelaskan kedua entitas tersebut berfungsi sebagai perpanjangan tangan strategis grup dalam menghimpun pendanaan eksternal serta menjalin kemitraan di Singapura dan Jepang.