Budaya ‘Batti’ Antarkan Desa Kindang Raih Juara 3 Lomba Kebersihan Tingkat Kecamatan
Jalurdua.com Klikhijau.com – Semangat menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Kindang, Bulukumba, berlangsung meriah. Beragam lomba digelar. Satu di antaranya, lomba Kebersihan dan Keindahan Antar-Kelurahan/Desa.
Lomba ini tidak sekara memperebutkan juara, tapi sebagai wujud nyata dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih dan terawatt.
Lomba kebersihan yang digelar tahun ini, menobatkan Desa Kindang sebagai juara ketiga. Pencapaian ini membuktikan bahwa lingkungan yang bersih bukan sekadar formalitas, melainkan sumber kebanggaan bersama.
Tentu saja, raihan juara tiga ini tidak datang dengan instan. Ada perjuangan panjang dan sinergi kuat antara pemerintah desa dan warganya. Kunci rahasianya? Sebuah tradisi lokal yang terus dijaga kelestariannya, yakni batti.
Istilah batti merujuk pada aksi gotong royong warga dalam membersihkan lingkungan, merawat saluran irigasi pertanian, hingga membangun jalan tani. Kata ini besar kemungkinan diserap dari kata "bakti" yang kemudian beradaptasi dengan lidah masyarakat setempat.
Setiap kali tradisi ini digelar, warga dari berbagai kalangan datang secara sukarela. Tanpa perlu disuruh, mereka bahu-membahu menjaga lingkungan mereka tetap asri dan terawat. Tradisi turun-temurun inilah yang menjadi motor penggerak hingga Desa Kindang sukses menyabet gelar juara.
Kepala Desa Kindang, Indra, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas kekompakan warganya.
“Terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh masyarakat Desa Kindang, perangkat desa, BPD, dan para tokoh masyarakat atas dedikasi, waktu, dan kepeduliannya. Mari terus kita jaga lingkungan agar tetap asri, bersih, dan nyaman demi Desa Kindang yang lebih baik,” ungkapnya, 17 Agustus 2026 lalu.
Bagi Indra, piala kejuaraan hanyalah bonus. Hadiah yang sebenarnya adalah lingkungan desa yang bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali bersama.
Maka dari itu, prestasi ini diharapkan bisa jadi pemantik semangat agar budaya batti tidak pernah pudar, melainkan makin lestari di tengah gempuran zaman.
Jadi, selamat untuk Desa Kindang!