Dari Lomba 17 Agustus ke Kebiasaan di Rumah

Dari Lomba 17 Agustus ke Kebiasaan di Rumah
Bacakan Artikel

Jalurdua.com Klikhijau.com - Dua lomba dalam perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia yang digelar Perwita Wana Kencana Sulawesi Selatan (PWK Sulsel) pada 17 Agustus 2026 membawa pesan yang lebih jauh dari sekadar perebutan hadiah. Peserta diminta beradu cepat dalam estafet menanam bibit dan berlomba memilah sampah.

Di halaman kantor Balai Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (P2SDM) Wilayah VI, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, perayaan kemerdekaan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga sekitar 14.00. Ada bazaar, permainan, tawa, dan doorprize. Tetapi di antara kemeriahan itu, isu lingkungan ditempatkan sebagai bagian dari pesan yang hendak dibawa pulang peserta.

PWK Sulawesi Selatan, organisasi yang menjadi wadah persatuan para istri pegawai, karyawati, dan pensiunan atau purna bakti rimbawan di lingkungan instansi kehutanan dan Kementerian Kehutanan, mengemas peringatan kemerdekaan tahun ini dengan tema, “Harmoni Rimbawati Merdeka: Menanam Harapan, Menjaga Alam, Merawat Kebersamaan.”

Tema tersebut diterjemahkan melalui sejumlah kegiatan. Anggota PWK dari berbagai satuan kerja UPT Kementerian Kehutanan di Sulawesi Selatan mengikuti lomba estafet menanam bibit, memilah sampah, joged balon, dan menebak bumbu masakan.

Di sinilah perayaan itu memiliki lapisan cerita lain. Menanam pohon dan memilah sampah merupakan aktivitas sederhana, tetapi keduanya menyentuh persoalan lingkungan yang tidak selesai dalam satu hari perayaan.

Ketika lingkungan dibawa pulang

Ketua PWK Sulawesi Selatan, Yanie Kamaruddin, mengatakan kegiatan tersebut tidak dirancang hanya untuk menghasilkan kemeriahan.

“Tujuannya untuk mempererat tali silaturahmi antar cabang PWK di Sulawesi Selatan yang tidak hanya meriah, tapi juga menambah pengetahuan tentang lingkungan dan edukasi pemilahan sampah dari sumbernya,” ujar Yanie.

Pesan itu penting karena sumber perubahan yang dibayangkan PWK justru berada di tempat yang paling dekat dengan kehidupan anggota, keluarga.

Yanie berharap pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan tersebut dapat ditularkan setidaknya di lingkungan keluarga. Penanaman bibit pohon dan pemilahan sampah menjadi contoh praktik yang menurutnya dapat dilakukan dari rumah.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: