Dorong Pelestarian SDA, BKSDA Sulawesi Tenggara Bantu Ekonomi 10 Kelompok Tani Hutan

Dorong Pelestarian SDA, BKSDA Sulawesi Tenggara Bantu Ekonomi 10 Kelompok Tani Hutan
Bacakan Artikel

JALURDUA -

 

Klikhijau.com – Sebagai upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sulawesi Tenggara menyerahkan bantuan ekonomi produktif kepada 10 Kelompok Tani Hutan (KTH) binaan.

Bantuan tersebut juga untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pelestarian sumber daya alam  (SDA) dan ekosistemnya.

Adapun 10 kelompok penerima bantuan tersebut meliputi KTH Pokadulu, KTH Matano Oe, KTH Rimba Wawosunggu, KTH Kaungka Lanobake, KTH Sinar Padangkuku, KTH Nelayan Bersinar, KTH Ampera Jaya, KTH Anoa Putra Matantahi, KTH Berkah Bersama, dan KTH Kabunca.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Anggota Komisi IV DPR RI, Jaelani bersama Kepala Balai KSDA Sulawesi Tenggara, Dr. Ir. Muhammad Wahyudi, Seni, 26 Oktober 2026 lalu.

Penyerahan secara simbolik itu dilakukan disela acara bimbingan teknis (bimtek) penyuluh dalam rangka pengendalian Karhutla yang diselenggarakan oleh Pusat Penyuluhan Kehutanan.

Bantuan ekonomi produktif ini diharapkan dapat mendukung pengembangan usaha kelompok, meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat, serta membuka peluang peningkatan pendapatan melalui kegiatan usaha yang produktif dan berkelanjutan.

Lebih dari sekadar dukungan usaha, bantuan ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kelembagaan kelompok dan mendorong masyarakat agar mampu mengelola potensi ekonomi secara mandiri, terencana, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, manfaat bantuan diharapkan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh anggota kelompok beserta keluarganya.

Balai KSDA Sulawesi Tenggara berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mengembangkan usaha kelompok sekaligus memperkuat peran masyarakat sebagai mitra strategis dalam menjaga kelestarian hutan dan keanekaragaman hayati, khususnya di sekitar kawasan konservasi.

Melalui sinergi antara pemerintah, pemangku kepentingan, dan masyarakat, upaya konservasi diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian alam, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.