IHSG Babak Belur! Ditutup Rontok 3,78% ke Bawah Level 5.000
JALURDUA -
EmitenTrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan hebat pada perdagangan Selasa (3/11/2026). IHSG ditutup anjlok 192,54 poin atau 3,78% ke level 4.904,28. Pelemahan IHSG diikuti seluruh indeks sektoral yang kompak bergerak di zona merah. IDX Sektor Barang Baku mencatatkan pelemahan terdalam sebesar 6%, disusul sektor Energi yang turun 4,38% dan sektor Transportasi terkoreksi 3,90%. Tekanan jual yang meluas tercermin dari aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Total volume transaksi mencapai 24,49 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp11,14 triliun. Sebanyak 624 saham mengalami penurunan harga, sementara hanya 57 saham menguat dan 37 saham stagnan. Di tengah tekanan pasar, sejumlah saham masih mampu mencatatkan kenaikan harga. BSWD menguat Rp1.600 menjadi Rp9.675 per saham, BLTZ naik Rp360 ke Rp3.240, serta UNIC bertambah Rp475 menjadi Rp14.175 per saham. Sebaliknya, ADES mencatatkan penurunan harga terbesar dengan koreksi Rp1.700 menjadi Rp29.800 per saham. Kemudian UNTR turun Rp675 ke Rp23.175 dan GGRM melemah Rp650 menjadi Rp15.450 per saham. Dari sisi aktivitas transaksi, BBRI menjadi saham paling aktif diperdagangkan dengan frekuensi 67.208 kali dan nilai transaksi Rp857 miliar. Berikutnya BBCA mencatatkan 56.568 kali transaksi senilai Rp1,3 triliun, sedangkan BMRI diperdagangkan sebanyak 42.633 kali dengan nilai Rp782 miliar. Pada jajaran saham LQ45, ANTM menjadi salah satu saham dengan pelemahan terdalam, yakni turun 6,98%. Disusul EMTK yang terkoreksi 6,92% dan HRTA melemah 6,90%. Sementara itu, MAPI menjadi saham dengan kinerja terbaik di antara saham LQ45 yang disebutkan, dengan kenaikan 2,89%. GOTO tercatat stagnan, sedangkan KLBF terkoreksi 0,69%.