IUCN IdSSG, Universitas Pakuan dan Belantara Foundation Perkuat Kolabprasi Dukung Pemerintah Perkuat Konservasi Spesies Indonesia

IUCN IdSSG, Universitas Pakuan dan Belantara Foundation Perkuat Kolabprasi Dukung Pemerintah Perkuat Konservasi Spesies Indonesia
Bacakan Artikel

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Ir. Inge Retnowati, M.E. juga mengatakan hal yang senada, beliau menjelaskan bahwa konservasi biodiversitas membutuhkan kolaborasi yang kuat, berbasis ilmu pengetahuan, dan melibatkan berbagai pihak. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan para ahli dari beragam kelompok taksa, berbagi perkembangan penelitian dan pengetahuan, sekaligus membangun kesepahaman dalam menghadapi tantangan konservasi spesies di Indonesia. Inge berharap forum ini tidak berhenti pada pertukaran informasi, tetapi mampu mendorong terbentuknya kolaborasi nyata, memperkuat kualitas data dan informasi keanekaragaman hayati, serta menghasilkan rekomendasi yang dapat mendukung kebijakan dan aksi konservasi secara lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna juga mengatakan bahwa konservasi spesies tidak dapat hanya mengandalkan satu kelompok atau satu pendekatan, tetapi membutuhkan kolaborasi yang mempertemukan kekuatan ilmu pengetahuan, kebijakan, pendanaan, pengelolaan di lapangan, serta keterlibatan masyarakat. Kegiatan ini menjadi ruang penting untuk menjembatani pengetahuan dan pengalaman dari berbagai kelompok taksa dengan kebutuhan nyata di lapangan, sehingga hasil riset dan data ilmiah dapat diterjemahkan menjadi aksi konservasi yang lebih tepat sasaran dan berdampak. 

“Kami melihat jejaring seperti IdSSG memiliki peran strategis dalam membangun sinergi lintas pihak, mendorong inovasi, serta memperkuat kerja bersama untuk memastikan spesies dan ekosistem Indonesia tetap terlindungi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat yang hidup di sekitarnya” ujar Dolly, yang juga sebagai pengajar di Prodi Manajemen Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan.

Menurut Silvi Dwi Anasari, selaku anggota IUCN IdSSG yang bekerja di Ecosystem Impact Foundation, Simeulue Aceh, mengikuti Konferensi dan Pertemuan Anggota IdSSG menjadi pengalaman yang berkesan karena dapat berinteraksi dengan anggota IdSSG lainnya untuk saling berbagi pengalaman, dan pengetahuan serta menjadi inspirasi bagi sesama. 

"Harapannya, apa yang diperoleh selama kegiatan ini dapat dibagikan kembali di tempat kerja, diterjemahkan dalam tindakan nyata, dan menjadi pengetahuan bersama terutama melalui kolaborasi dengan masyarakat lokal yang menjadi bagian penting dalam menjaga alam. Karena konservasi bukan hanya tentang menjaga apa yang ada hari ini, tetapi tentang memastikan pengetahuan, kepedulian, dan aksi terus tumbuh dari satu tempat ke tempat lainnya,." katanya.

Freddy Pattiselanno, anggota IdSSG dari Universitas Papua juga menyatakan bahwa kegiatan ini sangat menarik karena dapat mengumpulkan anggota dari berbagai daerah dengan takson yang sangat beragam dan saling berbagi informasi. "Tentunya kita berharap ada keberlanjutan supaya informasi-informasi yang ada dapat menjadi kesatuan dan bermanfaat ke depannya,. ujarnya.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: