Kupu-kupu Ibu

Kupu-kupu Ibu
Bacakan Artikel

Jalurdua.com Kupu-kupu Ibu

di pinggir sungai yang airnya pindah ke mata itu. kau duduk sendiri menatapi kupu-kupu yang berwarna ibu. warna yang tak pernah berpisah dari rindumu, juga doa-doa selamat datang yang ganjil

batu-batu sungai mengering, kau ingin menulis banyak nama di atasnya, yang dari dan akan datang. 
tapi, tak ada lagi tersisa dari semua nama selain ibu.

kemana air sungai itu, kau ingin berenang. ingin mengalirkan semua isi kepalamu yang berisi rindu dan sumpah serapa, juga kesedihan

sungai itu ibu bagi kehidupan, katamu
tapi airnya pindah ke mata
jadi air mata

ibu kehidupan itu jadi asing
dan kupu-kupu kehilangan warnanya

kau masih di tepi sungai
menatap kupu-kupu yang menjadi dirimu

sebagai ibu

Oktober, 2026

Mata Arah

sao layar berlari ke dalam celah batu
ia membawa seluruh ingintahuanmu
tentang bernapas di ruang sempit
dari mata ancaman 

kemarau tiba keringkan mata air
tapi tidak dengan air mata sao
terus menderas
terus mengalir

mata ancaman 
menerkam dari segala mata arah

Oktober 2026

Aroma Kota

saat semua jadi tak penting selain kopi di sebuah kafe dan senyum kekasih yang malu-malu minta diantar pulang. tiga ekor kunang-kunang datang menjitak kepalamu

dan ingatan masa kecilmu tiba dikerlipannya yang mungil. kau ingat pesan ibu, tak perlu cahaya benderang untuk mengindahkan malam, sekerlip saja

kopi dan wajah kekasih luruh, kau kembali ke semesta, pada sebuah sunyi yang langka

tiga ekor kunang-kunang, jadi peta pulang bagimu menjenguk kenangan ibu dan masa kecil yang dirampas dewasa dan aroma kota

Oktober 2026