News and Education Versi penuh
Olahraga

Bukan Cuma Berburu Juara, LPI Bulukumba 2026 Jadi Uji Nyali 36 Tim Pelajar!

Liga Pelajar Indonesia 2026 Wilayah V resmi bergulir di Bulukumba. Sebanyak 36 tim asal tiga daerah bersaing memperebutkan gelar juara.

Oleh Uno 02 Sep 2026 05:02 2 menit baca

Jalurdua.com BULUKUMBA — Sebanyak 36 tim pelajar tingkat sekolah menengah dari Kabupaten Bulukumba, Bantaeng, dan Sinjai resmi memulai persaingan dalam Liga Pelajar Indonesia (LPI) Volume 4 Wilayah V di Stadion Mini Bulukumba, Selasa (1/9/2026). Tournament sepak bola ini diproyeksikan menjadi wadah seleksi talenta muda sekaligus tolok ukur efektivitas program pembinaan olahraga berbasis sekolah di kawasan selatan Sulawesi Selatan.

Kompetisi jenjang pelajar di tingkat regional Sulawesi Selatan selama ini menjadi salah satu pilar penyaring bibit atlet sebelum masuk ke fase pembinaan profesional seperti Pekan Olahraga Daerah (Porda) maupun akademi klub liga nasional.

Tantangan Ekosistem dan Pendanaan Olahraga Pelajar

Pelaksana Tugas Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Bulukumba, H. Arafah, menegaskan keberadaan LPI memiliki peran strategis dalam menyelaraskan capaian akademik siswa dengan pengembangan bakat non-akademik secara terarah.

"LPI 2026 merupakan bagian penting bagi pelajar yang memiliki bakat di bidang olahraga, khususnya sepak bola," ujar Arafah saat membuka turnamen.

Meski demikian, keberlanjutan turnamen pembinaan dinilai membutuhkan keterlibatan pihak luar sekolah. Ketua Steering Committee LPI 2026, Saiful Alief Subarkah, menyoroti pentingnya keterlibatan sektor swasta untuk menopang kebutuhan infrastruktur dan operasional pembinaan jangka panjang.

"Untuk membangun ekosistem pembinaan sepak bola usia muda, perlu kolaborasi lintas sektor, termasuk lembaga keuangan dan perbankan serta pelaku usaha yang ada di Bulukumba," kata Saiful.

Aspek Keamanan dan Hasil Pertandingan Perdana

Persaingan hari pertama langsung dibuka lewat laga ketat antara SMKN 11 Bulukumba melawan SMAN 15 Bulukumba. Berlaga dalam durasi 2 x 35 menit, kedua tim tampil imbang tanpa gol hingga peluit panjang dibunyikan. Skor 0-0 tersebut menjadi hasil resmi pertama dari rangkaian babak penyisihan kelompok.

Guna memastikan jalannya kejuaraan tetap aman, Kepolisian Resor Bulukumba menerjunkan pengawasan ketat di area Stadion Mini Bulukumba. Kapolres Bulukumba AKBP Stefhanus Lukito menekankan agar persaingan antarsekolah tidak memicu gesekan fisik di luar aturan olahraga.

"Jadikan sikap fair play sebagai fondasi sepanjang kompetisi. Lapangan harus menjadi tempat menguji kemampuan dan mental bertanding, bukan ruang melampiaskan kekerasan," kata Stefhanus.

Pembukaan turnamen turut dihadiri Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Bulukumba Muhammad Daud Kahal, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Bulukumba Hj. Hamrina A. Muri, Ketua KONI Bulukumba A. Hamka, serta perwakilan PSSI Kabupaten Bulukumba.**

Topik terkait
Liga Pelajar Indonesia H. Arafah Pembinaan Atlet Muda