Mengelola Sampah, Menanam Sayur, Kisah dari Sekolah Dasar di Makassar Menumbuhkan Pendidikan Lingkungan Sejak Dini

Mengelola Sampah, Menanam Sayur, Kisah dari Sekolah Dasar di Makassar Menumbuhkan Pendidikan Lingkungan Sejak Dini
Bacakan Artikel
Redaksi

Redaksi Jalurdua.com

Jalurdua.com Klikhijau.com - Pagi menjelang siang, tepat pukul 10.00 WITA pada 19 Agustus 2026, saya bersama teman yang akrab disapa Adri mendatangi SD Labuang Baji II di Jalan Ratulangi, Kota Makassar. Saat pertama kali menginjakkan kaki di gerbang sekolah, perhatian saya tertuju pada anak-anak yang sibuk dengan aktivitasnya. Ada yang berlari-larian bersama teman, ada pula yang berjalan menuju kantin untuk membeli makanan.

Pandangan saya kemudian tertuju pada berbagai kerajinan tangan yang menghiasi lingkungan sekolah. Ada greenhouse, botol minuman bekas yang dimanfaatkan sebagai pagar, hingga pot bunga yang dibuat dari barang bekas. Pemandangan tersebut langsung memunculkan rasa penasaran dan mendorong saya mencari tahu lebih jauh tentang bagaimana sekolah ini mengelola lingkungan dan sampahnya.

Rasa takut dan waswas sempat muncul ketika saya berada di depan ruang guru. Namun, perasaan itu segera sirna setelah para guru menyambut dengan ramah. Dari informasi yang saya dapatkan, sekolah ini telah memiliki bank sampah yang berada di ujung kelas.

Selain itu, tersedia pula kantin sehat yang menjual berbagai jenis kue dan gorengan, tetapi tidak menyediakan minuman maupun makanan instan. Kantin tersebut diketahui baru berjalan sekitar satu bulan.

“Di sekolah kami ini memang menyiapkan kantin  berbasis kantin sehat khususnya di Labuang Baji II ini yang memang  untuk meminimalisir penggunaan atau jual beli barang jajanan plastik,” kata Sri Wahyuni, Kepala UPT SD Labuang Baji II.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: