Perihal Bayam Brazil, Sayur Hias Unik yang Kaya Manfaat dan Anti Ribet
Jalurdua.com Klikhijau.com - Suatu sore, Nasir datang ke Bukit Tabaya (Tandabaca Sapayya). Ia tak datang dengan tangan kosong. Ada bibit tanaman yang ia bawa. Daunnya hijau pekat. Nasir memang hobi menanam, apa saja ia tanam di Tabaya, cabai, tomat, terong hingga bunga-bunga (tanaman hias).
Tujuannya satu, membuat bukit kecil itu tampak lebih eksotis dan hijau. Karenanya, ketika ia membawa bibit tanaman berdaun hijau pekat itu, awalnya saya mengira itu adalah bunga-bunga alias tanaman hias.
Di Desa Kindang, tanaman hias memiliki nama lokal yang unik—bunga-bunga. Apakah tanaman itu berbunga atau tidak, namanya tetaplah bunga-bunga.
“Ini bayam brazil, enak dimasak sayur,” jelasnya, sepertinya ia menangkap tatapan saya yang penuh tanya.
“Saya dapat dari teman di Bantaeng,” lanjutnya.
“Wao, mantap itu,” jawab saya singkat
“Saya akan coba tanam, semoga bisa tumbuh,” katanya lagi
“Harus memang dicoba,” kata saya.
Setelahnya Nasir mengambil pattiba’ (alat penggali yang seperti linggis, tapi bergagang kayu). Lalu ia mulai menggali. Menggemburkan tanah untuk ditanami bayam brazil itu.
Pertumbuhan super cepat
Berbilang bulan kemudian, bayam brazil yang ditanam Nasir itu tumbuh subur. Tabaya terlihat lebih hijau oleh kehadirannya. Maka suatu hari, Nasir berinisiatif mengolahnya menjadi bakwan. Sepertinya ia sangat penasaran dengan rasa bayam brazil yang ditanamnya itu.
Hasilnya, rasanya memang enak untuk diolah menjadi bakwan, meski tetap kalah oleh bakwan yang terbuat dari semestinya, yakni kol.
Dan entah kenapa, Nasir hanya mencobanya sekali saja. Setelahnya, ia membiarkan saja bayam brazil itu tumbuh subur sehingga terlihat seperti bunga-bunga saja
Setiap pengunjung Tabaya pun sepertinya hanya akan menganggapnya bunga-bunga. Bukan sebagai tanaman yang bisa diolah menjadi sayur. Buktinya tak ada yang pernah meminta atau memetiknya.
Perawatan mudan dan kaya manfaat kesehatan
Bayam brazil termasuk tanaman yang baru di Desa Kindang. Rasa-rasanya hanya tumbuh di Tabaya. Ditanam oleh Nasir dengan penuh cinta lalu “diabaikan” seperti mantan.
Tanaman berdaun tebal, dan sedikit bergelombang itu mudah tumbuh. Pertumbuhannya membentuk rumpun yang rimbun.
Tanaman ini memiliki nama ilmiah Alternanthera sissoo. Meski menyandang nama bayam, tetapi sebenarnya tanaman ini berasal dari famili Amaranthaceae yang berbeda dari bayam cabut biasa.
Tanaman ini berasal dari wilayah Amerika Selatan dan Tengah, khususnya Brasil yang kemudian dipopulerkan di kawasan Asia Tenggara sebagai salah satu sayuran hijau hias yang dapat dikonsumsi.
Menanam bayam brazil cukuplah mudah dan menyenangkan. Tanaman ini relatif tahan terhadap hama dan adaptif di iklim tropis seperti Indonesia.
Apabila sobat hijau ingin menanamnya, yang perlu diperhatikan adalah pencahayaan dan penyiraman. Tanaman ini menyukai sinar matahari penuh hingga kondisi partial shade (sedikit ternaungi). Penyiraman cukup dilakukan satu hingga dua kali sehari agar tanah tetap lembap, tetapi tidak tergenang.
Sementara itu, media tanam dan pemupukannya, sobat hijau dapat menggunakan campuran tanah humus dan pupuk kandang atau kompos. Pemupukan organik secara berkala sudah cukup untuk menjaga daunnya tetap hijau dan tebal.
Cara memanennya cukup simple, cukup memetik pucuk daun muda. Dengan cara pemangkasan rutin (panen) justru merangsang pertumbuhan tunas baru agar makin rimbun.
Jika ingin memperbanyak tanaman ini, sangat praktis melalui metode stek batang. Cukup potong batang yang sehat lalu tancapkan ke media tanah basah.
Selain cara tanam dan perawatannya yang ringan, tanaman ini juga mengandung banyak manfaat kesehatan, diantaranya kaya antioksidan. Studi dari International Food Research Journal mengungkapkan ekstrak daunnya mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang tinggi, berpotensi sebagai antioksidan kuat untuk menetralkan radikal bebas.
Selain itu, juga dapat menjaga kesehatan mata dan kulit. Manfaat ini didapat karena tanaman ini kaya akan karotenoid (seperti lutein dan beta-karoten) serta vitamin C yang membantu menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan penglihatan.
Tidak itu saja, juga dapat mendukung kesehatan tulang dan pencernaan. Tanaman ini mengandungan kalsium, zat besi, serta serat alaminya efektif membantu melancarkan pencernaan sekaligus menjaga kepadatan tulang.
Hal lain yang perlu diwaspadai
Meski memiliki banyak manfaat, tanaman ini juga memiliki hal yang perlu diwaspadai, di antaranya adalah kandungan asam oksalatnya. Daun bayam brasil mengandung asam oksalat alami. Jika dikonsumsi berlebihan dalam keadaan mentah, oksalat dapat mengikat kalsium dan meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal bagi orang yang rentan.
Dapat membuat penyerapan nutrisi terhambat, sebab asam oksalat juga bertindak sebagai anti-nutrisi yang dapat menghambat penyerapan kalsium dan zat besi oleh tubuh.
Namun sobat hijau tak perlu khawatir berlebih, sebab hal tersebut dapat dicegahan dengan cara mengukus atau merebus bayam brasil sebentar sebelum dikonsumsi guna mereduksi kadar asam oksalatnya.
Jadi, tertarik menanam bayam brasil seperti yang dilakukan Nasir?