News and Education Versi penuh
Edukasi

Tebar Inspirasi Hijau, Sherina Munaf Turun Langsung Padamkan Karhutla dan Galang Donasi di Kalimantan

Oleh Redaksi 02 Sep 2026 21:40 4 menit baca

Jalurdua.com Klikhijau.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kalimantan, khususnya di Kalimantan Tengah, telah memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak, termasuk figur publik. Salah satu yang menunjukkan kepeduliannya secara nyata adalah artis dan influencer ternama Tanah Air, Sherina Munaf.

Sherina tidak hanya hadir secara simbolis, melainkan turun langsung ke lapangan untuk membantu proses pemadaman api serta menggalang donasi guna mendukung para relawan dan petugas yang berjibaku di garis depan.

Keterlibatan Sherina di Palangka Raya, ibu kota Kalimantan Tengah, dimulai sejak tanggal 31 Agustus 2026. Selama tiga hari berturut-turut, ia aktif berpartisipasi dalam upaya pemadaman karhutla.

Salah satu titik api yang dijangkaunya adalah di kawasan gedung perkuliahan Universitas Palangka Raya (UPR), tepatnya sekitar 200 meter dari Gedung Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA).

Di lokasi tersebut, Sherina terlihat berbaur dengan para mahasiswa UPR yang juga turut serta dalam upaya pemadaman, menunjukkan semangat kebersamaan dan gotong royong dalam menghadapi bencana ini.

Kehadiran Sherina di lokasi karhutla bukan sekadar kunjungan, melainkan partisipasi aktif yang melibatkan fisik dan mental. Ia merasakan sendiri betapa beratnya medan pemadaman api, yang seringkali menuntut energi dan kesabaran ekstra.

Dalam wawancaranya di lokasi, Sherina mengungkapkan pengalamannya menghadapi api yang berulang kali kembali menyala meskipun sudah berhasil dipadamkan. Kondisi ini, menurutnya, menimbulkan perasaan lelah dan kadang kala tak berdaya.

“Ngerasain sendiri betapa lelahnya, betapa kadang merasa powerless-nya, karena memang dipadamkan, nyala lagi, dipadamkan, nyala lagi. Jadi effort bersama sangat dibutuhkan saat ini,” ujar Sherina Munaf, menekankan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kerja sama dari semua pihak, bukan hanya petugas dan relawan di lapangan.

Selain berjuang memadamkan api, Sherina juga memfokuskan perhatiannya pada penggalangan donasi. Dana yang terkumpul ditujukan untuk membantu teman-teman pejuang lapangan, yakni para petugas dan relawan yang dengan gigih berjuang melawan api.

Inisiatif ini merupakan bentuk dukungan konkretnya untuk memastikan para pahlawan kemanusiaan di garda terdepan memiliki sumber daya yang memadai dalam menjalankan tugas berat mereka.

Dampak Karhutla dan Kepedulian terhadap Satwa Liar

Sherina juga menyoroti dampak karhutla yang meluas, tidak hanya terhadap kehidupan manusia, tetapi juga terhadap satwa liar. Ia secara khusus menyebutkan orangutan, salah satu primata endemik Kalimantan yang habitatnya terancam serius akibat kebakaran hutan. Keprihatinan ini mendorongnya untuk bekerja sama dengan tim Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation.

Bersama BOS Foundation, Sherina memantau sejumlah titik kebakaran yang berpotensi mengancam kelangsungan hidup orangutan. Keterlibatannya dengan BOS Foundation bukanlah hal baru.

Ia telah beberapa kali diberikan kesempatan untuk ikut serta dalam kegiatan pelepasliaran orangutan dan mengkampanyekan upaya pelestarian satwa tersebut. Pengalaman dan kedekatannya dengan isu pelestarian orangutan inilah yang semakin membulatkan tekadnya untuk turun langsung dan melihat kondisi di lapangan.

Ketika ditanya mengenai alasannya turun langsung ke lokasi karhutla, Sherina Munaf memberikan jawaban yang menunjukkan pemahaman mendalam tentang pentingnya ekosistem Kalimantan. Ia menilai bahwa kekayaan hayati Kalimantan adalah anugerah yang luar biasa, menjadikannya salah satu “paru-paru dunia” yang esensial bagi keberlangsungan hidup di Bumi.

“Biodiversitas Kalimantan itu luar biasa, itu adalah paru-paru kita semua, ekosistem yang sangat perlu dijaga. Kita nggak ada apa-apanya kalau nggak ada ekosistem ini,” tegasnya. Pernyataan ini mencerminkan kesadarannya akan peran vital hutan Kalimantan dalam menjaga keseimbangan iklim global dan pentingnya upaya kolektif untuk melestarikannya.

Sherina juga tidak lupa mengapresiasi keterlibatan para mahasiswa Universitas Palangka Raya yang dengan sukarela turun langsung membantu pemadaman. Ia berharap, semangat kepedulian ini dapat menular ke mahasiswa dari fakultas lain dan seluruh elemen masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam penanganan bencana karhutla.

Upaya Berkelanjutan dan Harapan ke Depan

Hingga saat ini, upaya pemadaman karhutla di berbagai titik di Kalimantan Tengah masih terus berlangsung. Penanganan bencana ini melibatkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari petugas gabungan, relawan, mahasiswa, hingga berbagai elemen masyarakat sipil.

Kehadiran dan partisipasi aktif Sherina Munaf diharapkan dapat menjadi inspirasi dan pendorong bagi lebih banyak individu dan organisasi untuk turut serta dalam menjaga kelestarian lingkungan serta membantu meringankan beban mereka yang berjuang di garis depan.

Komitmen Sherina Munaf dalam menghadapi karhutla di Kalimantan tidak hanya sekadar memberikan bantuan fisik dan materiil, tetapi juga menyuarakan pentingnya kesadaran kolektif terhadap isu lingkungan.

Pesannya tentang kerja sama dan tanggung jawab bersama dalam menjaga ekosistem Kalimantan sebagai paru-paru dunia menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya peran setiap individu dalam pelestarian alam.