ULTJ Gelar Rights Issue Jumbo Buat Caplok 100% Saham Frisian Flag

ULTJ Gelar Rights Issue Jumbo Buat Caplok 100% Saham Frisian Flag
Bacakan Artikel

JALURDUA -

EmitenTrust.com - PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) menyiapkan aksi korporasi jumbo melalui penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) IV atau rights issue. Emiten produsen susu ini berencana menerbitkan maksimal 7,87 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp2.150 per saham. Menariknya, sebagian besar dana hasil aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk mengambil alih 100% saham PT Frisian Flag Indonesia (FFI) dengan nilai transaksi mencapai Rp14,57 triliun. Dalam keterbukaan informasi, ULTJ menetapkan rasio rights issue sebesar 15.200 saham lama berhak memperoleh 11.517 hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Setiap satu HMETD dapat digunakan untuk membeli satu saham baru dengan harga pelaksanaan Rp2.150 per saham. Jumlah saham baru yang dapat diterbitkan mencapai 7.878.669.985 saham dengan nilai nominal Rp50 per saham. Dari dana hasil rights issue setelah dikurangi biaya-biaya, sekitar 86,01% akan digunakan untuk mengambil alih seluruh saham PT FFI sebanyak 24.440 lembar saham. Nilai transaksi pengambilalihan tersebut mencapai Rp14.569.997.013.000 atau sekitar Rp14,57 triliun. Menariknya, transaksi akuisisi ini dilakukan melalui mekanisme penyetoran modal dalam bentuk selain uang atau inbreng, yakni dengan menggunakan saham FFI sebagai setoran untuk menebus saham baru ULTJ. Dalam skema tersebut, tiga pihak yang akan mengambil bagian saham baru ULTJ adalah FrieslandCampina International Holding B.V. (FCIH) suatu perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Belanda, , Blue Waves Group Ventures Pte. Ltd., (BWG) suatu perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Singapura, dan PT Bahtera Wiraniaga Internusa, (BWI). Ketiganya akan menyetorkan seluruh saham FFI yang dimiliki dengan komposisi sebagai berikut: FCIH: menyetorkan 19.084 saham FFI atau setara 78,09% kepemilikan. BWG: menyetorkan 4.134 saham FFI atau setara 16,91% kepemilikan. BWI: menyetorkan 1.222 saham FFI atau setara 5% kepemilikan. Dengan mekanisme tersebut, ULTJ akan memperoleh 100% kepemilikan saham FFI setelah seluruh tahapan transaksi diselesaikan. Sementara itu, sisa dana hasil rights issue yang tidak digunakan untuk akuisisi akan dialokasikan sebagai modal kerja. Penggunaannya mencakup pembelian bahan langsung, pembayaran upah langsung, biaya pemeliharaan dan perbaikan, serta beban listrik. Dalam pelaksanaan rights issue ini, sejumlah pemegang saham utama dan pemegang saham lainnya akan mengalihkan seluruh hak HMETD yang menjadi hak mereka kepada FCIH, BWG, dan BWI. Salah satu pihak yang terlibat adalah SPW, selaku pemegang saham utama sekaligus pengendali ULTJ. Sabana Prawirawidjaja (SPW) tercatat memiliki 5,52 miliar saham atau setara 53,17% kepemilikan sebelum rights issue dan akan mengalihkan seluruh 4,18 miliar HMETD miliknya kepada FCIH. Selain itu, PPP yang memiliki 2,47 miliar saham atau 23,78% akan mengalihkan hak HMETD sebanyak 1,14 miliar kepada BWG, 388,14 juta kepada FCIH, serta 338,83 juta kepada BWI. Pemegang saham lainnya, yakni SAP, SUP, NIS, dan LIM, juga akan mengalihkan seluruh hak HMETD mereka kepada FCIH. Secara keseluruhan, FCIH akan menerima pengalihan sebanyak 5,29 miliar HMETD, BWG sebanyak 1,14 miliar HMETD, sedangkan BWI memperoleh 338,83 juta HMETD. Perseroan menyebutkan sebanyak 6.776.742.153 saham baru akan diterbitkan untuk memenuhi pelaksanaan transaksi inbreng tersebut. Apabila terdapat pemegang saham lain yang menggunakan hak HMETD-nya, perseroan dapat menerbitkan tambahan saham sesuai jumlah hak yang dilaksanakan dan pembayaran yang diterima.