ARMY Tak Kuorum, 5 Agenda RUPSLB Gagal Diputuskan
JALURDUA -
EmitenTrust.com - PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY) gagal menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 Oktober 2026 lantaran tidak memenuhi kuorum kehadiran. Dalam rapat tersebut, pemegang saham yang hadir hanya mewakili 2,19 miliar saham atau setara 24,41% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah. Berdasarkan ringkasan risalah RUPSLB yang disampaikan pengembang kawasan Citra Maja Raya (ARMY) pada Selasa (3/11) disebutkan, tingkat kehadiran tersebut belum memenuhi persyaratan kuorum sesuai Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Akibat tidak terpenuhinya kuorum, lima agenda yang telah dijadwalkan dalam RUPSLB tersebut belum dapat diputuskan. Agenda pertama berkaitan dengan persetujuan perubahan susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris perseroan. Selanjutnya, agenda kedua membahas penetapan besaran remunerasi berupa gaji atau honorarium, fasilitas, serta tunjangan bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun buku berjalan. Audit Laporan Keuangan 2021-2022 Ikut Jadi Sorotan Sementara itu, agenda ketiga menjadi salah satu perhatian karena berkaitan dengan keterlambatan proses audit laporan keuangan perseroan untuk tahun buku 2021 dan 2022. Dalam agenda tersebut, manajemen sedianya menyampaikan informasi dan penjelasan mengenai keterlambatan audit, kondisi terkini perseroan, sekaligus meminta persetujuan perpanjangan waktu penyelesaian audit laporan keuangan kedua tahun buku tersebut. Adapun agenda keempat membahas penunjukan Kantor Akuntan Publik (KAP) dan/atau Akuntan Publik (AP) terdaftar untuk mengaudit laporan keuangan perseroan tahun buku 2023, 2024, dan 2025. Agenda kelima berkaitan dengan penyesuaian dan pembaruan maksud serta tujuan kegiatan usaha perseroan sesuai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Tahun 2025, termasuk perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan. PGAS, PGN, Direktur PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), Catur Dermawan, Direktur keuangan PGN, kepemilikan saham, pada 30 Oktober 2026. Dirkeu PGN (PGAS) Cicil Beli Saham Saat Harga Rp1.295 Direktur PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), Catur Dermawan, tercatat menambah kepemilikan saham perseroan sebanyak 25.000 saham pada 30 Oktober 2026. Berdasarkan laporan kepemilikan saham yang disampaikan pada 3 November 2026, transaksi pembelian tersebut dilakukan secara tidak langsung dengan harga Rp1.295 per saham. Dengan demikian, nilai transaksi diperkirakan mencapai Rp32,37 juta. Setelah transaksi, kepemilikan saham Catur Dermawan di PGAS meningkat dari sebelumnya 100.000 saham menjadi 125.000 saham.