Dukung Pemuda Pangkep, Kemenhut Kucurkan Seniai Rp130 Juta untuk Keberlanjutan Edu Ekowisata Tabo-Tabo Lewat Koperasi

Dukung Pemuda Pangkep, Kemenhut Kucurkan Seniai Rp130 Juta untuk Keberlanjutan Edu Ekowisata Tabo-Tabo Lewat Koperasi
Bacakan Artikel

“Kita harapkan bahwa di tempat ini, setelah kita menjaga hutan yang tetap lestari, tetapi bisa juga kita manfaatkan untuk meningkatkan nilai ekonomi. Namun memang tidak boleh menghilangkan nilai edukasinya,” ujar Kamaruddin dalam sambutannya. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara konservasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan jasa lingkungan.

Pusgenri, melalui program hilirisasi dan digitalisasi pemanfaatan jasa lingkungan, mengarahkan kegiatan ini untuk mendukung target Indonesia FOLU Net Sink 2030. Pendekatan yang diambil adalah menjaga kelestarian hutan sambil membuka ruang usaha bagi generasi muda, menjadikan mereka bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga pengelola yang memahami nilai konservasi sekaligus mampu mengelola aspek ekonomi.

Alat produktif yang diserahkan terbagi dalam lima kategori sesuai dengan spot tematik. Area Camping Ground menerima perlengkapan seperti tenda, flysheet, dan lampu camping. Spot Sekolah Alam dibekali binokuler, buku panduan lapangan, dan meja portabel. Untuk Trekking Forest Healing, disiapkan kamera profesional, tandu portabel, dan alat P3K. Sementara itu, spot Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) mendapatkan peralatan sadap aren, panen madu, mesin vacuum sealer, dan perlengkapan pengolahan gula aren. Spot Wisata Religi dan Budaya dilengkapi dengan handy talkie dan pengeras suara.

Lebih dari sekadar alat, para pemuda ini juga dibekali pengetahuan dan pendampingan untuk mengelola usaha secara profesional. Sesi kewirausahaan membahas penyusunan rencana edu-ekowisata ke dalam unit usaha koperasi dan perhitungan harga pokok penjualan (HPP) paket wisata. Hal ini penting agar penawaran paket wisata tidak hanya menarik tetapi juga menguntungkan bagi pengelola.

Proses legalitas usaha menjadi salah satu fokus utama. Melalui Klinik Perizinan yang melibatkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pangkep, kelompok penerima bimbingan dalam membuat hak akses OSS, menyelaraskan KBLI sektor pariwisata dan kehutanan, hingga penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB). Sekretaris DPMPTSP Pangkep, Hamsah, menegaskan kesiapan dinasnya untuk mendampingi masyarakat dalam pengurusan izin.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: