Kisah Fitria Wulansari, Kembangkan “Kebun Tetangga” dari Rumah

Kisah Fitria Wulansari, Kembangkan “Kebun Tetangga” dari Rumah
Bacakan Artikel

Selain bergiat di lokasinya menanam dan menanam, Mbak Wulan kini semakin dikenal luas sebagai penggerak komunitas. Ia terlibat sebagai narasumber di berbagai diskusi. Untuk mengisi waktu di hari libur, “Kebun Tetangga” juga rutin hadir di CFD Sudirman Kota Makassar. Lebih dari sekadar memasarkan produk-produknya, ia punya intensi membagikan semangat berkebun ala urban.

Pada tahun 2024 silam, komunitasnya pernah mendapat bantuan dari Kementerian Pertanian yakni program YESS (Youth Entrepreneurship and Employment Support Services) sebesar 50 juta rupiah dalam bentuk alat. Waktu masih bergiat di Gowa, dukungan dari kampus  Universitas Negeri Makassar (UNM) juga pernah didapatnya antara lain mesin pencacah, chopper, solar dryer dan lainnya.

Mbak Wulan tidak pernah padam semangatnya berbagi kebaikan dari aksi sederhana, ia selalu terbuka dikunjungi dan diajak berdiskusi. Ia berpesan kepada warga kota untuk mendukung aksi memilah sampah dari rumah. Aksi memilah menurutnya adalah langkah awal terbangunnya kesadaran mengelola sampah sejak dari sumbernya, sekaligus memantik perubahan kesadaran warga.

Baginya, keterlibatan anak-anak muda sangat penting dalam edukasi lingkungan. “Anak-anak muda harus progresif. Minimal aktif mencari tahu dan terlibat di Sosial Media pada isu-isu lingkungan. Anak muda perlu memulai dari hal kecil semisal terbiasa bawa tumbler dan memilah sampah di kosan,” tuturnya.

 *) artikel ini disusun dari hasil wawancara langsung oleh Yunus.

 

Pilih Halaman: