KKN Tematik II UNG Dampingi Petani Desa Modelidu Terapkan Teknik Konturing pada Lahan Miring

KKN Tematik II UNG Dampingi Petani Desa Modelidu Terapkan Teknik Konturing pada Lahan Miring
Bacakan Artikel

Dari perspektif data, Fista Pri Aneka Mehi dari Jurusan Statistika memaparkan kondisi lahan kritis di Provinsi Gorontalo. Berdasarkan data yang disampaikan, luas lahan kritis pada tahun 2024 mencapai sekitar 304.037 hektare, meningkat dibandingkan tahun 2020 yang berada pada kisaran 217.177 hektare.

Peningkatan tersebut menjadi salah satu indikator penting mengenai semakin besarnya tantangan degradasi lahan yang perlu diantisipasi melalui praktik pengelolaan tanah yang berkelanjutan.

Sementara itu, Rahman Dunggio memaparkan materi mengenai teknik konturing. Peserta diperkenalkan pada prinsip dasar konturing, manfaat penerapannya pada lahan miring, serta tahapan menentukan garis kontur sebelum dilakukan praktik di lapangan.

Praktik membuat frame A dan teras gulud

Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung di lahan milik Yunus Nento, salah satu petani di Desa Modelidu.

Mahasiswa bersama petani mempraktikkan pembuatan Frame A sebagai alat sederhana untuk menentukan garis kontur. Selanjutnya, peserta melakukan penandaan garis kontur dan praktik pembuatan teras gulud sebagai bagian dari upaya mengendalikan aliran permukaan air pada lahan miring.

Praktik tersebut memberikan kesempatan kepada petani untuk memahami secara langsung bagaimana teknik konturing dapat diterapkan pada lahan budidaya jagung. Teknik ini diharapkan dapat membantu mengurangi risiko erosi, memperlambat aliran permukaan, serta mempertahankan produktivitas tanah.

Dalam kegiatan tersebut, Erwin Syahputra, S.P., perwakilan PT Syngenta area Kabupaten Gorontalo, turut memberikan dukungan kepada para petani peserta. Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi masyarakat, Syngenta memberikan souvenir kepada petani yang mengikuti kegiatan.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara perguruan tinggi dan mitra dunia usaha dalam mendukung peningkatan kapasitas petani serta penerapan praktik budidaya yang lebih berkelanjutan.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: