Menagih Keadilan Sosial di Balik Kebijakan, Menakar Efektivitas Pemisahan Sampah di TPA Antang

Menagih Keadilan Sosial di Balik Kebijakan, Menakar Efektivitas Pemisahan Sampah di TPA Antang
Bacakan Artikel
Redaksi

Redaksi Jalurdua.com

Kondisi ini menciptakan iklim ketidakpastian. Di tengah lonjakan harga barang pokok, kehilangan akses terhadap sampah bernilai ekonomis sama saja dengan memutus rantai kelangsungan hidup mereka.


Rantai usaha kecil yang ikut terganggu

Dampak kebijakan ini tak berhenti pada pemulung. Rantai ekonomi bawah di TPA Antang saling terkait erat. Hengky, seorang pengepul barang bekas di kawasan tersebut, turut merasakan imbas dari tersendatnya alur pasokan barang daur ulang.

Sebagai penampung hasil pilahan pemulung, Hengky menilai suatu kebijakan daerah belum bisa dikatakan berhasil jika masih meninggalkan rasa ketidakadilan bagi kelompok masyarakat tertentu.

"Pemerintah harus mengevaluasi kebijakan ini, karena kebijakan yang berhasil seharusnya bisa diterima oleh semua kalangan masyarakat tanpa terkecuali," tegas Hengky.

Menurunnya pasokan material bernilai jual membuat kapasitas usahanya merosot. Rantai distribusi barang bekas ke pabrik daur ulang pun terganggu. Hengky berharap Pemkot Makassar tidak sekadar membatasi aliran sampah, melainkan merangkul pemulung dan pengepul ke dalam sistem pengelolaan resmi.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: