Menagih Keadilan Sosial di Balik Kebijakan, Menakar Efektivitas Pemisahan Sampah di TPA Antang

Menagih Keadilan Sosial di Balik Kebijakan, Menakar Efektivitas Pemisahan Sampah di TPA Antang
Bacakan Artikel
Redaksi

Redaksi Jalurdua.com

Integrasi melalui pembinaan, penyediaan fasilitas pemilahan resmi, atau insentif dianggap sebagai langkah yang lebih bijak ketimbang memutus mata pencaharian warga begitu saja.

Harapan dari sudut pandang lain

Meskipun memicu kritik keras dari kelompok pekerja sampah, skema pengelompokan sampah ini mendapat dukungan dari sudut pandang berbeda. Rangga, seorang pedagang sayur yang berjualan tidak jauh dari area TPA Antang, justru menyambut positif langkah pemerintah daerah.

Rangga menyoroti ketersediaan lahan TPA Antang yang kian kritis dan menipis dari tahun ke tahun. Menurutnya, jika pengelolaan sampah terus dibiarkan dengan cara-cara lama tanpa ada pembatasan dan pengolahan, TPA Antang akan mengalami krisis kapasitas yang parah.

Ia melihat pemisahan sampah organik dan anorganik sebagai langkah darurat yang memang harus diambil demi masa depan lingkungan kota. Sampah organik yang terpisah punya potensi besar untuk diolah menjadi kompost atau pakan, sementara sampah anorganik ditangani secara khusus.

Bagi Rangga, kenyamanan lingkungan dan keberlanjutan daya tampung TPA merupakan prioritas yang akan dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga Makassar dalam jangka panjang.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: