Mengenang Sulo Cuicui, Aksi Asyik yang Tidak Recommended

Mengenang Sulo Cuicui, Aksi Asyik yang Tidak Recommended
Bacakan Artikel

Saat hendak assulu cuicui, kami menggunakan obor dari bambu, menelusuri satu demi satu pohon mencari cuicui yang sedang terlelap.

Saat tidur, cuicui akan menyembunyikan kepalanya ke dalam sayapnya, cahaya dari obor tak mampu mengusik lelapnya itu.

Cara ini, menelusuri pohon ke pohon kadang tak menghasilkan tangkapan alias lari kosong. Karenanya, terkadang kami menyiasatinya, begitu jelang malam, kami akan memantau, di mana cuicui akan lerang (bertengger).

Begitu malam tiba, saat cuicui terlelap, kami akan langsung mendatanginya lalu menangkapnya.

Ada cara tersendiri menangkap cuicui saat terlelap, yakni nidopa' (mengatupkan dua telapak tangan seperti orang sedang tepuk tangan. Cara ini ampuh, cuicui akan sulit untuk lolos.

Nah, saat Ramadan, sebelum masuk salat Isya, biasanya kami memanfaat waktu berburu cuicui. Tak sedikit pula yang rela tak salat tarawih demi aktivitas sulo cuicui yang asyik itu. Kami melakukannya dengan cara berkelompok.

Bukan tanpa alasan, selain karena kami adalah anak-anak yang penakut kala malam, juga akan sulit menangkap cuicui ketika tak ada yang memegangi obor.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: