Mengenang Sulo Cuicui, Aksi Asyik yang Tidak Recommended

Mengenang Sulo Cuicui, Aksi Asyik yang Tidak Recommended
Bacakan Artikel

Jalurdua.com

Klikhijau.com -  Bagi kami yang anak kampung, kedatangan Bulan Ramadan bukan hanya keseruan saat tarawih. Ada aksi lain yang tak kalah serunya. Namanya sulo cuicui.

Sulo bisa diartikan obor atau pelita. Sedangkan cuicui adalah nama yang digunakan di Desa Kindang untuk menamai satwa burung yang berukuran kecil, sementara yang burung yang berukuran lebih besar, namanya jangan-jangang. Mirip nama sebuah desa di Kabupaten Barru, Sulsel.

Sulo cuicui berarti mencari burung kecil menggunakan obor atau pelita saat malam tiba. Kata sulo memiliki beberapa arti, tergantung tambahan huruf yang mengiringinya, misal sului. Itu adalah kata perintah untuk menerangi, bisa juga bermakna meminta diterangi.

Aktivitas sulo cuicui tak begitu sulit dilakukan. Jelang malam, cuicui akan mencari tempat "menginap" di reranting pohon. Di Desa Kindang, tempat menginap favorit dari burung ini adalah pohon cengkeh.

Pohon cengkeh  memang banyak tumbuh di halaman atau sekitar rumah warga. Di pohon cengkeh itulah kami, para anak-anak akan berburu cuicui saat malam.

Di tahun 80an hingga 90an, Desa Kindang masih gulita, listrik belum masuk. Warga menggunakan pelita dari kaleng susu bekas sebagai penerang dengan bahan bakar minyak tanah (yang sekarang menghilang entah).

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: