Nurhabli Ridwan, Founder KPA GRAS Raih Juara I Wana Lestari Sumut 2026 Kategori Kader Konservasi Alam

Nurhabli Ridwan, Founder KPA GRAS Raih Juara I Wana Lestari Sumut 2026 Kategori Kader Konservasi Alam
Bacakan Artikel

Memasuki tahun 2012, kesadaran Nurhabli akan pentingnya regenerasi lingkungan mendorongnya untuk mendirikan organisasi kesiswaan bernama Generasi Siswa Siswi Pelestari Alam (GaSSPAla) di lingkungan sekolahnya, SMK Negeri 1 Lubuk Pakam. Kala itu wadah ini berhasil menjaring minat para pelajar untuk mulai peduli pada isu-isu konservasi tingkat sekolah. 

Haus akan ilmu alam yang lebih mendalam, pada tahun 2013 ia melangkah ke tingkat organisasi yang lebih tinggi dengan mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar hingga resmi dilantik menjadi anggota muda Generasi Pencinta Kelestarian Alam Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara (Genetika FP UISU) Angkatan XXIII, sebuah kawah candradimuka yang semakin mematangkan kemampuan teknis ekologisnya.

Lahirnya GRAS dan Era Baru Gerakan Konservasi Pemuda

Titik kulminasi dari gelora semangat kepemudaan Nurhabli terjadi pada tahun 2018. Menyadari perlunya sebuah institusi yang bergerak lebih lincah, independen, dan mencakup spektrum yang lebih luas, Nurhabli bersama tiga pemuda progresif asal Deli Serdang bersepakat mendirikan sebuah wadah perjuangan baru. 

Organisasi tersebut dinamakan Perhimpunan Penjelajah Alam Bencana dan Konservasi Generasi Rimba Alam Semesta, yang kini akrab dikenal publik dengan akronim GRAS. Perhimpunan ini sengaja didesain untuk bergerak secara simultan di empat pilar utama: penjelajah alam, konservasi, kebencanaan, dan aksi sosial kemanusiaan.

Sejak hari pertama bendera GRAS dikibarkan, seluruh anggota secara aklamasi memercayakan tongkat kepemimpinan sebagai Ketua Umum kepada Nurhabli Ridwan. Di bawah nakhoda Bang Bli, GRAS menjelma menjadi salah satu organisasi kepemudaan yang paling aktif dan diperhitungkan di Sumatera Utara. 

GRAS telah mengikuti Gladian Nasional Pencinta Alam Se-Indonesia XIV di Sumatera Barat, mengikuti Pelatihan Navigator Se Sumatera di Riau dan aktif menyelenggarakan penanaman pohon, edukasi konservasi, donor darah, aksi tanggap bencana, kampanye perubahan iklim, hingga pemberdayaan generasi muda.

Eksistensi GRAS kian kokoh di mata publik ketika pada tahun 2019 berhasil membangun kemitraan strategis di bidang kemanusiaan dengan lembaga filantropi skala nasional, Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Nurul Hayat Cabang Medan. 

Berbagai kegiatan dilakukan bersama, di antaranya penanaman pohon, aksi tanggap bencana banjir bandang di Labuhanbatu Utara, respons pandemi COVID-19, serta berbagai kegiatan sosial lainnya.

Dedikasi Tanpa Batas di Garis Depan Konservasi dan Kemanusiaan

Sebagai seorang pemimpin pergerakan, Nurhabli Ridwan sangat memercayai prinsip bahwa niat baik harus ditunjang oleh kompetensi yang mumpuni. Demi meningkatkan kapasitas intelektual dan keterampilan teknisnya di lapangan, ia tidak pernah berhenti belajar melalui jalur pendidikan nonformal. 

Portofolio pelatihannya sangat impresif, mencakup kelulusan dari Sekolah Panjat Tebing Merah Putih, Sekolah Vertical Rescue Indonesia yang melatih teknik evakuasi di medan ekstrem, Gladian Nasional Pencinta Alam se-Indonesia, Pendidikan Navigator se-Sumatera, hingga Training of Trainer (ToT) Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Pepelingasih) Indonesia di bawah naungan Kemenpora.

Belum puas sampai di situ, ia juga menyelesaikan Pendidikan Dasar Korp Sukarela (KSR) PMI Kota Medan, terpilih mengikuti program pendidikan Green Leadership Indonesia (GLI) Batch 1 yang diinisiasi oleh Institut Hijau Indonesia di dukung oleh KLHK RI, hingga puncaknya pada tahun 2025 sukses menyelesaikan program Forest Youthverse yang di inisiasi oleh Pusgenri Kementerian Kehutanan serta Conservation Leadership Training Bacth VIII yang di inisiasi oleh OIC.

Semua bekal keilmuan teoritis ini tidak ia biarkan mengendap di atas kertas, melainkan langsung diwujudkan melalui berbagai aksi nyata.

Rekam jejak kemanusiaan Nurhabli tercatat sangat panjang dan berisiko tinggi. Ia tercatat pernah terjun langsung sebagai relawan garis depan saat erupsi Gunung Sinabung, Ia juga menjadi bagian penting dari Tim Evakuasi korban banjir bandang di kawasan wisata Air Terjun Dua Warna Sibolangit yang memakan banyak korban jiwa. Ia juga menjadi Tim Evakuasi Banjir Kota Padang, Tim Evakuasi Banjir Kota Medan, Satgas COVID-19 Sumatera Utara. 

Jiwa volunterismenya kian teruji saat ia mendedikasikan energinya menjadi Relawan sukses penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh–Sumatera Utara, serta relawan kemanusiaan pada bencana hidrometeorologi di Aceh.

Selain itu, ia aktif mengedukasi masyarakat mengenai konservasi lingkungan hidup, melaksanakan penanaman pohon di kawasan rawan longsor, menginisiasi kegiatan Camp Edukasi Biodiversity and Cleanup Movement, menjadi instruktur pendidikan dasar pencinta alam, koordinator daerah Green Youth Movement Angkatan 2 Provinsi Sumatera Utara, serta Fasilitator Daerah YOU RINGS Sumatera Utara.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: