TRIS Raup Penjualan Rp1,3 T, Siapkan Buyback Saham Rp10M

TRIS Raup Penjualan Rp1,3 T, Siapkan Buyback Saham Rp10M
Bacakan Artikel

JALURDUA -

EmitenTrust.com - PT Trisula International Tbk (TRIS) mencatatkan pertumbuhan kinerja hingga kuartal III-2026. Emiten tekstil dan garmen ini membukukan penjualan sebesar Rp1,3 triliun, meningkat 12,2% secara tahunan (year-on-year/YoY). Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba bersih perseroan juga meningkat 3,1% YoY menjadi Rp82,7 miliar. Dari sisi segmen bisnis, manufaktur menjadi kontributor terbesar dengan menyumbang sekitar 66% dari total penjualan. Segmen ini membukukan pendapatan Rp1,1 triliun, tumbuh 10,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, segmen distribusi mencatatkan pertumbuhan paling tinggi, yakni 32,2% YoY menjadi Rp317,5 miliar, dengan kontribusi sekitar 19% terhadap total penjualan. Adapun pendapatan dari segmen retail mencapai Rp115,7 miliar, seragam Rp113,5 miliar, dan perhotelan Rp16,4 miliar. Berdasarkan wilayah pemasaran, ekspor masih menjadi penopang utama bisnis TRIS dengan kontribusi sekitar 60% terhadap total penjualan. Penjualan ekspor meningkat 11,4% YoY menjadi Rp802,2 miliar. Sementara itu, penjualan domestik tercatat Rp531,2 miliar, tumbuh 13,3% YoY. Di tengah capaian tersebut, TRIS juga menyiapkan aksi pembelian kembali saham atau share buyback dengan dana maksimal Rp10 miliar. Direktur Utama TRIS Widjaya Djohan mengatakan, langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga saham dan mempertahankan kepercayaan investor di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi. Buyback akan berlangsung selama tiga bulan, mulai 3 November 2026 hingga 2 Februari 2027. Perseroan menargetkan pembelian kembali maksimal 2% dari modal disetor atau setara dengan 62 juta saham. Adapun harga pembelian saham ditetapkan maksimal Rp165 per saham. Dengan demikian, realisasi buyback akan disesuaikan dengan harga yang dinilai wajar oleh perseroan selama periode pelaksanaan. Manajemen menyatakan aksi korporasi tersebut tidak akan mengganggu kinerja maupun keberlangsungan operasional perusahaan. Perseroan juga menyebut fundamental bisnis tetap terjaga, tercermin dari laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp33,2 miliar hingga kuartal III-2026.