BULL Cetak Lonjakan Laba 527% hingga September 2026, Ini Pemicunya
JALURDUA -
EmitenTrust.com - PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 527% menjadi USD80,06 juta atau setara sekitar Rp1,32 triliun hingga kuartal III-2026, dibandingkan USD12,76 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan keuntungan tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan dan peningkatan signifikan laba kotor perseroan. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim per 30 September 2026, BULL membukukan pendapatan sebesar USD183,18 juta, meningkat 70,65% dibandingkan USD107,29 juta pada periode Januari-September 2025. Menariknya, kenaikan pendapatan tersebut tidak diikuti peningkatan beban langsung yang sebanding. Beban langsung perseroan hanya naik 15,16% menjadi USD92,24 juta, dari sebelumnya USD80,10 juta. Kondisi tersebut mendorong laba kotor BULL melesat 234,46% menjadi USD90,94 juta, dibandingkan USD27,19 juta pada periode yang sama tahun lalu. Dari sisi beban operasional, beban administrasi meningkat 45,04% menjadi USD7,31 juta, dari sebelumnya USD5,04 juta. Sementara itu, beban keuangan naik 13,35% menjadi USD10,78 juta, dibandingkan USD9,51 juta. Perseroan juga mencatatkan kenaikan pajak penghasilan final menjadi USD2,17 juta, dari USD1,20 juta pada periode sebelumnya. Kinerja BULL turut ditopang sejumlah keuntungan nonoperasional. Di antaranya keuntungan selisih kurs mata uang nonfungsional sebesar USD4,95 juta, meningkat dibandingkan USD1,62 juta pada tahun sebelumnya. Selain itu, perseroan membukukan keuntungan pelepasan aset tetap sebesar USD3,50 juta, keuntungan akuisisi entitas anak USD2,60 juta, serta bagian laba investasi pada entitas asosiasi sebesar USD450,7 ribu. Meski demikian, kerugian lain-lain juga meningkat menjadi USD2,06 juta, dibandingkan USD276,7 ribu pada periode yang sama tahun lalu. Secara keseluruhan, laba sebelum pajak BULL mencapai USD80,12 juta, melonjak dibandingkan USD12,78 juta pada September 2025. Setelah dikurangi beban pajak sebesar USD57,3 ribu, perseroan membukukan laba periode berjalan USD80,06 juta. Adapun laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai USD80,04 juta, meningkat tajam dibandingkan USD12,78 juta pada periode sebelumnya. Sejalan dengan lonjakan keuntungan tersebut, laba per saham dasar BULL juga meningkat menjadi USD0,0052, dibandingkan USD0,0009 pada September 2025. Dari sisi neraca, total aset BULL per 30 September 2026 tercatat sebesar USD548,48 juta, meningkat 48,64% dibandingkan posisi akhir Desember 2025 sebesar USD369,01 juta. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan aset lancar yang hampir dua kali lipat menjadi USD108,35 juta, dibandingkan USD56,64 juta pada akhir 2025. Sejumlah komponen aset lancar juga mengalami kenaikan signifikan. Piutang usaha meningkat menjadi USD45,70 juta, dari sebelumnya USD20,37 juta. Persediaan melonjak menjadi USD11,98 juta, dibandingkan USD2,88 juta. Sementara itu, kas dan setara kas tercatat sebesar USD14,46 juta, meningkat dari posisi akhir tahun lalu sebesar USD5,33 juta. Adapun aset tidak lancar BULL mencapai USD440,12 juta, naik dari USD312,37 juta pada akhir 2025. Aset tetap bersih menjadi salah satu penopang pertumbuhan tersebut dengan kenaikan sekitar 55,69% menjadi USD308,03 juta, dibandingkan USD197,85 juta. Perseroan juga mencatatkan investasi pada entitas asosiasi sebesar USD53,36 juta, yang sebelumnya belum tercatat pada akhir 2025. Di sisi lain, aset tidak lancar lainnya turun menjadi USD45,25 juta, dari sebelumnya USD81,01 juta. Sementara itu, goodwill tetap tercatat sebesar USD33,02 juta. Pada poerdagangan hari ini Senin (2/11) saham BULL naik 7,8 ke level Rp246.