Hutan Lestari, Ekonomi Berdaya, BP2SDM Kemenhut Dorong Lahirnya Ecopreneur Muda Penggerak Masa Depan Konservasi KHDTK Tabo-Tabo

Hutan Lestari, Ekonomi Berdaya, BP2SDM Kemenhut Dorong Lahirnya Ecopreneur Muda Penggerak Masa Depan Konservasi KHDTK Tabo-Tabo
Bacakan Artikel
Redaksi

Redaksi Jalurdua.com

Jalurdua.com Klikhijau.com - Tiga puluh pemuda-pemudi desa berusia 17–30 tahun di sekitar kawasan hutan Pangkep tidak berhenti setelah mengikuti bimbingan teknis. Mereka membentuk badan hukum, menyusun rencana aksi, lalu menerima perangkat kerja yang langsung bisa dipakai untuk membuka usaha berbasis jasa lingkungan.

Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kementerian Kehutanan menyerahkan 27 unit atau paket alat produktif senilai Rp130.437.000 kepada lima kelompok usaha tematik di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Tabo-Tabo, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan. Acara fasilitasi itu dibuka Kepala Balai BP2SDM Kemenhut Wilayah VI, Kamaruddin, Kamis, 17 September 2026.

Bantuan itu merupakan tindak lanjut konkret dari Bimtek yang sebelumnya diikuti para pemuda setempat. Alumni Bimtek kemudian membentuk Koperasi Jasa Panrita Deswita Mandiri. Kelompok ini kini menjadi wadah formal untuk mengelola unit usaha edu-ekowisata di dalam kawasan hutan yang juga berfungsi sebagai laboratorium lapangan.

KHDTK Tabo-Tabo mencakup sekitar 601 hektar. Kawasan ini ditetapkan sebagai hutan pendidikan dan pelatihan sejak keputusan Menteri Kehutanan tahun 1980, dengan zonasi terakhir pada 2010. Selain fungsi utama sebagai tempat diklat, kawasan ini dimanfaatkan untuk penelitian, wisata alam, jasa lingkungan, dan hasil hutan bukan kayu.

Di dalamnya terdapat jalur trekking, air terjun, bukit-bukit dengan pemandangan luas, serta potensi flora dan fauna yang beragam, termasuk monyet hitam Sulawesi yang dikenal masyarakat setempat sebagai dare.

Hasil hutan bukan kayu seperti aren, madu, rotan, dan porang telah lama menjadi sumber pendapatan warga sekitar. Sebuah penelitian di kawasan yang sama mencatat kontribusi HHBK terhadap pendapatan masyarakat mencapai 88 persen dari total pendapatan.

Hutan ruang generasi muda. 

Program hilirisasi dan digitalisasi pemanfaatan jasa lingkungan yang dijalankan Pusgenri diarahkan untuk mendukung target Indonesia FOLU Net Sink 2030. Target itu menempatkan sektor kehutanan dan penggunaan lahan lain sebagai penyerap emisi gas rumah kaca yang lebih besar daripada yang dilepaskannya pada 2030.

Di tingkat lokal, pendekatan yang dipilih adalah menjaga hutan tetap utuh sambil membuka ruang usaha bagi generasi muda desa. Model ini menempatkan pemuda bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi sebagai pengelola aktif yang paham nilai konservasi sekaligus mampu menghitung harga pokok penjualan paket wisata.

Kamaruddin menjelaskan posisi KHDTK sebagai tempat pembelajaran lapangan yang sebenarnya.

“Kita harapkan bahwa di tempat ini, setelah kita menjaga hutan yang tetap lestari, tetapi bisa juga kita manfaatkan untuk meningkatkan nilai ekonomi. Namun memang tidak boleh menghilangkan nilai edukasinya,”

ujarnya. Ia menekankan bahwa kelompok KTH Deswita yang mengelola ekowisata tetap berkreasi dan berwirausaha tanpa mengorbankan fungsi konservasi. Air tetap mengalir, pohon tetap tumbuh, dan aktivitas wisata berkembang di atas fondasi kelestarian.

Menurutnya, nilai konservasi justru diperkuat ketika masyarakat sekitar merasakan manfaat ekonomi dari hutan yang dijaga.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: