Hutan Lestari, Ekonomi Berdaya, BP2SDM Kemenhut Dorong Lahirnya Ecopreneur Muda Penggerak Masa Depan Konservasi KHDTK Tabo-Tabo

Hutan Lestari, Ekonomi Berdaya, BP2SDM Kemenhut Dorong Lahirnya Ecopreneur Muda Penggerak Masa Depan Konservasi KHDTK Tabo-Tabo
Bacakan Artikel

Para pemuda sebelumnya telah menyusun rencana aksi sendiri. Berdasarkan rencana itu, Pusgenri menyediakan alat yang dibutuhkan. Kamaruddin menegaskan bahwa barang-barang tersebut harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk merealisasikan rencana yang sudah dibuat.

“Karena mereka sendiri yang menyusun rencana aksinya, sehingga tentu barang-barang yang dikasih dari Pusgenri ini, mereka harus memanfaatkan sebaik-baiknya untuk mengembangkan, meningkatkan apa yang merupakan rencana aksi mereka,” katanya.

Pengawasan dan evaluasi akan dilakukan oleh penyuluh kehutanan yang bertugas di lapangan. Penyuluh tidak hanya memberikan pemahaman, tetapi juga memantau pelaksanaan sesuai rambu-rambu yang telah disepakati dalam rencana aksi.

Kolaborasi dengan berbagai pihak dianggap mutlak. Kamaruddin menyebut keterlibatan pemerintah desa, Kesatuan Pengelolaan Hutan, Dinas Kehutanan, serta instansi lain.

“Kita harus bekerja sama dengan pihak lain, melakukan kolaborasi, karena menjaga kehutanan ini tidak mudah untuk tetap lestari, dan juga memberikan nilai manfaat,” ujarnya.

Koperasi yang baru dibentuk juga diharapkan terus mendapat bimbingan agar kelembagaannya berkembang dan tidak berhenti pada tahap pembentukan.

Dukungan langsung datang dari Pemerintah Kabupaten Pangkep. Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian,  Asykur Abu Bakar, menilai koperasi jasa ekowisata ini berbeda dari koperasi simpan-pinjam atau usaha konvensional yang sudah banyak.

Ia berencana mempromosikan destinasi tersebut kepada masyarakat luas, termasuk siswa sekolah.

“Ini paling tidak melihat perkembangan dan bisa memberitahukan kepada seluruh masyarakat, bahwa di Tabo-Tabo, di Pangkep, ada koperasi yang digerakkan oleh para pemuda masalah ekowisata,” katanya. Sebagai konten kreator, ia juga melihat peluang untuk menyebarluaskan informasi tentang keberadaan air terjun, jalur tracking, dan fasilitas yang disiapkan.

Asykur mengakui kondisi akses masih perlu perbaikan. Ia menyampaikan himbauan agar ada dukungan dana untuk memperbaiki jalan menuju lokasi yang saat ini masih berupa pengerasan. Ia berjanji akan menyampaikan informasi pembentukan koperasi kepada pemerintah desa agar pengelolaannya serius, mengingat lokasinya berada di kawasan yang dilindungi.

“Jadi harus betul-betul (dijaga), karena berada di konservasi alam. Hutan yang dilindungi, hutan yang sejuk, yang bersih. Otomatis kita sama-sama menjaga hutan dengan jalan lewat sosialisasi bagi anak sekolah,” ujarnya.

Ia juga akan berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan agar kunjungan edukasi tidak hanya mengarah ke destinasi yang sudah terkenal, melainkan juga ke kawasan ini.

Di desa Tabo-tabo memiliki keragaman potensi, termasuk kearifan lokal yang masih melekat dalam kehidupan masyarakatnya, juga memiliki kekayaan biodiversitas yang dapat didokumentasikan menjadi pengetahuan.

Perizinan sebagai daya dukung kepercayaan pengunjung

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: